Menu

BI Telusuri Rupiah Uang Palsu yang Dijual Di Medsos

Rupiah palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 ramai ditawarkan di sosial media. Bank Indonesia (BI) juga turun tangan memberantas.

Shandy Aulia 7 bulan ago 21

Rupiah palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 ramai ditawarkan di sosial media. Salah satunya di Facebook, lewat group yang diberi nama “UANG Palsu KW”. Bank Indonesia (BI) juga turun tangan memberantas.

Rupiah palsu yang dipasarkan di group Facebook itu ditawari oleh akun Facebook namanya Fajar Firmansyah dan Sri Wilda April. Ke-2 nya manfaatkan photo uang palsu yang masih sama, berikut dengan cerita penjualannya.

“Mungkin ada yang kesusahan ekonomi… Dibanding minjem mending membeli upal (uang palsu),” d ikutip dari posting itu, Selasa (26/9/2023).

BI Telusuri Rupiah Palsu yang Dijual Di Medsos

Uang palsu yang mereka menawarkan dikatakan sebagai uang palsu KW super atau serupa dengan aslinya. Dengan demikian, di-claim lolos bila dipakai untuk transaksi bisnis di warung, pom bensin, pasar, sampai toko.

Bukti yang lain, uang palsu ini dijajakan dengan harga satu banding empat, maknanya bila beli Rp 300 ribu akan memperoleh Rp 1,dua juta, demikian selanjutnya sampai Rp 1 juta rupiah untuk memperoleh bundelan uang palsu sebesar Rp empat juta.

Kepala Departemen Pengendalian Uang Bank Indonesia Marlison Hakim juga sudah memberi respon hal itu. Ia pastikan, Undang-Undang Nomor tujuh tahun 2011 mengenai Mata Uang (UU Mata Uang) sudah dengan tegas larang transaksi bisnis uang palsu, termasuk menyimpan.

Marlison menjelaskan, minimal penataan berkaitan uang palsu secara jelas sudah diputuskan dalam Pasal 24, Pasal 25, dan Pasal 26 UU Mata Uang. Misalkan, pada ayat 3 Pasal 26 mengatakan tiap orang dilarang mengedarkan dan/atau belanjakan rupiah yang dijumpainya adalah rupiah palsu.

Ancaman yang termuat dalam UU itu juga tidak bermain-main. ayat 3 Pasal 36 misalkan yang sudah mengatakan, tiap orang yang mengedarkan dan/atau belanjakan rupiah yang dijumpainya adalah rupiah palsu dipidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda terbanyak Rp 50 miliar.

Marlison juga pastikan, semenjak 2022 BI sudah lakukan cara protektif untuk menekan peredaran rupiah palsu. Salah satunya mengikutsertakan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Federasi E-commerce Indonesia (IdEA) dan semua elemen Tubuh Koordinir Pembasmian Rupiah Palsu atau Botasupal (BIN, Kejaksaan RI, Bareskrim dan Bea Cukai).

Penyertaan mereka untuk lakukan takedown / hapus link dan web yang diindikasi content jual-beli uang palsu baik lewat sosial media atau e-commerce dan dengan memblok keyword “uang palsu” pada semua basis e-commerce (Tokopedia, Shopee, dll),” kata Marlison ke CNBC Indonesia.

“Pada 2023 BI sudah minta dana untuk Kemenkominfo untuk memblok, hapus, atau takedown sekitar 287 link situs web, sosial media dan e-commerce yang diindikasi lakukan jual/membeli atau menebarkan cara membuat uang palsu,” sebut Marlison.

Ia mengharap, cara protektif ini dapat menjadi satu diantara langkah untuk menekan peredaran uang palsu di tengah warga. Tetapi, dia pastikan, BI akan terus bekerjasama dengan elemen Botasupal yang lain, terutama Polri untuk mengutarakan pidana aktor dan peningkatan kasus agar memberi dampak kapok.

Bagaimana Langkah Bedakan Uang Palsu dan Asli?

Peredaran uang palsu kembali menjadi sorotan di tengah-tengah usaha pemerintahan mempersiapkan Perancangan Undang-Undang Limitasi Transaksi bisnis Uang Kartal (RUU PTUK). Uang palsu itu bahkan juga diperjualbelikan oleh beberapa akun di sosial media seperti yang trending sekarang ini.

Bank Indonesia mengatakan mata uang rupiah asli akan susah diduplikasi, walau si pengedar mengeklaim uang palsu bikinannya 100 % nyaris serupa sama yang asli.

“Ada beberapa feature pengaman yang susah dipalsukan,” tutur Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono , Kamis (18/2/2021).

BI Telusuri Rupiah Palsu yang Dijual Di Medsos

Lalu, bagaimanakah cara membandingkan uang palsu rupiah sama yang asli?

Seperti diilustrasikan BI pada uang rupiah tahun emisi (TE) 2016 yang terbagi dalam 7 pecahan uang rupiah kertas dan 4 pecahan uang rupiah logam, ada banyak ciri-ciri yang dapat membandingkan uang rupiah asli dan palsu.

Misalnya ada frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia, tanda-tangan pemerintahan dan Bank Indonesia, salinan text tertulis ‘Dengan Karunia Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Keluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran Yang Resmi Dengan Nilai…’, dan gambar pahlawan nasional atau presiden di bagian depan uang.

Adapun langkah gampang dan efisien untuk mengenal orisinalitas mata uang rupiah asli yaitu dengan memakai sistem 3D (disaksikan, disentuh, diterawang).

Pada uang kertas rupiah 2016, ada elemen pengaman berbentuk Multicolour Latent Gambar yang bisa dikenal langkah disaksikan. Elemen pengaman itu bisa disaksikan pada mata uang rupiah pecahan kertas Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 10 ribu.

Selanjutnya, ada benang pengaman yang tertancap di kertas uang. Benang pengaman itu akan berbeda warna bila disaksikan dari pemikiran tertentu pada pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Lalu, ada elemen pengaman Tinta Berbeda Warna (Color Shifting) yang ada pada uang kertas rupiah. Itu berbentuk gambar perisai yang berisi simbol Bank Indonesia yang hendak berbeda warna jika disaksikan dari pemikiran berlainan.

Uang kertas rupiah asli akan berasa kasar jika disentuh pada gambar khusus, gambar simbol negara Garuda Pancasila, angka nominal, huruf termasuk, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, dan tulisan BANK INDONESIA.

Code tuna netra ada pada uang kertas rupiah TE 2016. Memiliki bentuk berbentuk pasangan garis yang ada disebelah kiri dan kanan uang. Lantas ada juga pertanda air berbentuk gambar pahlawan, ornament (electrotype) simbol Bank Indonesia yang hendak kelihatan jika diterawang ke sinar pada pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu, dan gambar sama-sama isi (recroverso) simbol Bank Indonesia jika diterawang ke sinar.

Terdapat dua alat tolong simpel untuk mengenal ciri-ciri orisinalitas uang kertas rupiah, yaitu cahaya ultraviolet dan kaca pembesar. Ke-2 alat ini bisa mengetahui gambar burung elang bondol di uang pecahan Rp 100 ribu, sampai mikroteks BI50000 pada uang pecahan Rp 50 ribu.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By