Menu
BBRI Alami Penurunan Terbesar Sepanjang 2023 Akibat IHSG Yan Tertekan ‘Yield’ Obligasi AS

BBRI Alami Penurunan Terbesar Sepanjang 2023 Akibat IHSG Yan Tertekan ‘Yield’ Obligasi AS

BBRI mengalami penurunan harian terbesarnya, setidaknya sepanjang tahun 2023.

Iksan Maulani 6 bulan ago 25

CNBC Media – Kamis, 26 Oktober 2023 BBRI mengalami penurunan harian terbesarnya, setidaknya sepanjang tahun 2023.

Mirisnya lagi, hal ini malah terjadi tepat setelah lapkeunya merilis hasil yang bagus, dengan kondisi ini tentu membuat polanya menjadi jomplang.

Tercatat dalam kinerja tahunan BBRI selama tahun ini sempat naik di angka +16,4%. Capaian ini merupakan hasil dari waktu 7,5 bulan terakhir.

Akan tetapi, dalam fasenya malah berbalik turun menjadi -0,4$ dengan hanya dalam hitungan 2,5 bulan. Lebih lanjut, kondisi tersebut, dalam periode tahun ini, berada pada kondisi fundamental yang masih bagus.

Demikian karena laba yang terus bertumbuh, akan tetapi sangat disayangkan, kondisi pemangkunya yang tidak bagus akibat arus kawasan asing yang terus melakukan distribusi besar.

Dalam beberapa pekan terakhir, masifnya saham yang meiliki fundamentalnya bagus akan tetapi mengalami penurunan.

Kondisi tersebut juga dialami IHSG yang kemaren (26/10) anjlok Indeks harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pemicunya dikarenakan tertekan oleh lonjakan hasil yield surat utang pemerintah amerika serikat atau US Treasuries.

Seperti pada kondisi pekan lalu, yang merupakan titik lemah IHSG karena kondisi konflik di Timur Tengah yang tak berkesudahan.

Pada Kamis (26/10) IHSG ditutp melemah di angka 119,87 poin atau 1,75% ke posisi 6.714,52. Sementara untuk kelompok 45 saham yang saham unggulan mengutip dari antaranews indeks LQ45 turun 22,63 poin atau dikisaran 2,48% ke posisi 889,31.

Lebih lanjut, dari sisi makroekonomi, antisipasi investor rilis data Produk Domestik Bruto pada kuartal III-2023 Amerika Serikat (AS) petang malam (26/10), menyatakan ekspektasi ekonomi AS mengalami ekspansi.

Dalam keterangannya, memiliki laju tercepat hampir dua tahun, yang dimotori oleh konsumen yang merasakan kinerja manfaat pertumbuhan pasar tenaga kerja AS yang solid meredanya akibat inflasi.

Lebih jauh dari itu, prediksi ekonomi AS yang akan tumbuh 4.3% pada quartal to quartal (qoq) pada kuartal tiga di 2022.

Mengatakan akan menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal empat pada 2021 ketika ekonomi AS berhasil membebaskan dirinya akbibat dampak Covid-19.

Selain itu, dalam mengantisipasi kebijakan bank sentral Eropa, investor mengantisipasinya dengan prediksi pertahanan suku bunga acuan.

Lebih lanjut, ini adalah pertama kali dalam lebih dari satu tahun karena perang yang terjadi di Timur Tengah antara Israel dan Hamas, yang menyebabkan pesimis dikalangan ekonom Eropa.

Dengan dibukanya IHSG, menjadi teritori yang negative sampai pada penutupan sesi pertama perdagangan saham. Demikian dengan BBRI yang mengalami paceklik harian yang sangat dratis sepanjang 2023. Padahal kondisi fundamentalnya pada titik hijau, namun demikian dapat berbanding terbalik dengan bursa harian yang mengalami paceklik terburuknya.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By