Menu
Top 4 Saham Bank Besar Indonesia Yang Tumbuh Meski Dihantui Naiknya Beban Bunga

BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI: Top 4 Saham Bank Besar Indonesia Yang Tumbuh Meski Dihantui Naiknya Beban Bunga

Mengutip dari laman stocbit, pada 2 november 2023, tercatat 4 saham besar Indonesia mencatatkan laba bersih mereka.

Iksan Maulani 6 bulan ago 19

CNBC Media – Mengutip dari laman stocbit, pada 2 november 2023, tercatat 4 saham besar Indonesia mencatatkan laba bersih mereka, keempat bank tersebut adalah BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Tergolong pertumbuhan saham mereka tidak main-main, yang mencapai laba bersih dengan double digit pada 9 bulan terakhir 2023.

Hal tersebut nampaknya didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income atau NII).

Pada beban provisi atau CKPN  di 9 bulan teakhir pada 2023 juga masih melanjutkan tren penurunan secara tahunan, kecuali bank BBRI.

Namun, meskipun meliki catatan demikian, 4 bank besar berhasil mencatatkan beban provisi yang mixed results pada kuartal tiga di tahun 2023 ini. Seperti data kinerja dari 4 bank besar pada 9 bulan terakhir 2023.

Pada Net Interest Income kuartal 3 tahun 2023 dan 9 bulan pada 2023

BBCA mencatatkan kuartal 3 sebesar 18,8 triliun rupiah (+1,2% QoQ, + 15% YoY, dalam 9 bulan terakhir di tahun yang sama sebesar 55,9 triliun rupiah atau kenaikan +21,3%  YoY.

BMRI dengan catatan di periode yang sama sebesar 24,6 triliun rupiah atau naik +1,1% QoQ + 10,8% YoY, dengan periode 9 bulan terakhirnya sebesar 71,9 triliun rupiah atau +12,3% YoY.

BBRI yang mentatkan 35,7 triliun rupiah atau +8,8% QoQ +11,8% YoY, sedangkan kuartal 9 bulan di 2023 sebesar +4,9% YoY.

Posisi selanjutlany adalah BBNI yang memiliki 10,5 triliun atau +3,3% QoQ, -0,5% YoY, dengan besaran diperiode yang sama 9 bulan terakhir sebesar 31,1 triliun rupiah atau +3,1% YoY.

Selain itu, realisasi laba bersi dibandingkan dengan ekspektasi dari konsesus pada 9 bulan fase di periode 2023 tercatat:

BBMRI yang memiliki 79,3% dari ekspektasi 49 triliun rupiah. Demikian dengan BBNI yang memiliki capaian tersebut sebesar 74,9% dari ekspekasi 21 triliun rupiah.

BBRI dengan catatan 74,5% dari ekspektasi 59 triliun rupiah, dan BBCA yang mencatatkan 74,7% dengan ekpektasi di angka 49 triliun rupiah.

Nyatanya ada tren kenaikan beban bunga dari hal tersebut, baik secara kuartal maupun YTD. Ini merupakan dorongan oleh peningkatan suku bunga. Dalam hal ini, dikabarkan akan menjadi katalis negative jika tren terus berlanjut.

Adapun beban bunga pada periode yang sama dari BBNI sebesar 5,4 triliun rupiah atau +6,1% QoQ +71% YoY, sedangkan di 9 bulan kuartal terakhirnya berkisar 15,1 triliun rupiah atau 66,3% YoY.

Demikian dengan BBRI yang memiliki 10,6 triliun rupiah atau +2,7% QoQ +63,9% YoY, dengan 9 kuartal terakhirnya sebesar 30,7 triliun rupiah atau +63,8% YoY.

Lebih lanjut, dengan BMRI dengan catatn 9,3 triliun rupiah atau +8,9% QoQ, +50% YoY, sedangkan pada kuartal 9 memiliki 26,1 triliun rupiah atau +51,4% YoY.

Sedangkan BBCA yang memiliki catatan 3,3 triliun rupiah atau +7,8% QoQ, +55,6% YoY, sedangkan pada kuartal 9 di 2023 mentatkan 8,9 triliun rupiah atau +46,3% YoY.

Berdasarkan cactatan tersebut, BMRI menjadi pemilik performa yang pailing tinggi di antara 4 bank terbesar tersebut.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By