Menu
Bank Central AS ‘The Fed’ Beri Sinyal Dovesh dan Kembali Tahan Suku Bunga

Bank Central AS ‘The Fed’ Beri Sinyal Dovesh dan Kembali Tahan Suku Bunga

The Fed telah menahan suku bunga dalam kurun waktu 2 pertemuan terakhir.

Iksan Maulani 5 bulan ago 14

CNBC Media – Jumat 3 November 2023 mengutip dari laman stocbit bank central Amerika serikat (AS) kembali menahan suku bunga acuan.

Ini berlangsung dalam rentan 5,25% sampai 5,50% pada Rabu (1/11), capaian tersebut sesuai dengan ekspektasi konsesus, demikian dengan keputusan tersebut, artinya The Fed telah menahan suku bunga dalam kurun waktu 2 pertemuan terakhir.

Menurut Jerome Powell kepala The Fed menyampaikan bahwa pihaknya belum cukup yakin apakah kondisi keuangan saat ini sudah cukup ketat untuk mengendalikan inflasi.

Pasalnya disatu sisi, inflasi di AS terus lamban ke level 3.7% YoY pada bulan September 2023. Lebih lanjut. Realisasi tersebut masih jauh di atas  target The Fed yakni yang menginginkan inflasi di level 2%.

Selain itu, Powell juga mengatakan perlambatan kenaikan suku bunga akan memberikan waktu bagi The Fed untuk mengamati data ekonomi.

Ini berguna untuk memutuskan apakah pengetatan lebih lanjut diperlukan, dengan demikan pernyataan Powell ini, dapat ditafsirkan sebagai sinyal dovish ekonom.

Kemudian untuk merespon keputusan The Fed dan komentar kepala The Fed tersebut, terdapat tiga indeks saham utama di AS mengalami penguatan pada hari yang sama.

Presentase tersebut dalam Dow Jones +0,67% dengan S&P500, +1,05%, serta Nasdaq di angka +1,64%.  Selain itu, imbal hasil yield obligasi pemerintah AS dalam kurun tenor 10 tahun setara 4,725%.

Meskipun demikian, dalam market sudah diprediksi  The Fed bakal tetap menahan suku bunga acuan ke level 5,25 samapi 5,5%. Menarinya dalam pertumuan berikutnya yang berlangsung Desember  akhir tahun ini, mengungkap analisis dari CME atau FedWatchTool.

Mereka memperkirakan  bahwa probabilitas bakal menyentuh 80% dengan ekspektasi tersebut merupakan bentuk arah yang berlawanan dari proyeksi The Fed sendiri.

Mengingat The Fed dalam perkiraannya suku bunga acuan bakal naik sekali di angka 25 bps atau ke level 5,5% sampai 5,75% smapai akhir 2023.

Dengan demikian The Fed agar bisa menahan kenaikan suku bunga acuannya yang dapat mengurangi tekanan nilai tukar rupiah.

Selain itu, pada kamis kemarin, (2/11) IHSG berhasil melonjak setelah dalam kurun pekan lalu anjlok, pada kesempatan itu, IHSG melesat di angka +1,64% atau ke level 6.751.

Seperti yang sudah diprediksi dalam kurun pekan ini, sektor yang menjadi pemimpin kekuatan adalah property yang mecapai +2,39%.

Disusul oleh teknologi dengan 3,49% dan keuangan di angka +1,42%. Lebih lanjur dalam yield obligasi pemerintah Indonesia memliki tenor 10 tahun dan itu pun mengalami penurunan yang semula 7,05% menjadi 6,97%.

Sektor-sektor tersebut memiliki keuntungan dikala berakhirnya tren kenaikan suku bunga, tentunya ini menjadi imbas dari kebijakan negara-negara maju yang mulai mengantisipasi perubahan ekonomi dunia.

Tags
– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By