Menu
Apa Itu Monkey Business? Jebakan Dibalik NFT

Apa Itu Monkey Business? Jebakan Dibalik NFT

Strategi bisnis monyet ini pada dasarnya lebih layak untuk disebut sebagai penipuan dibandingkan strategi bisnis.

Fajar 6 bulan ago 28

CNBC Media – Tahukah kamu apa yang disebut dengan Monkey Business? Strategi bisnis yang populer terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun kebelakang, NFT dan batu akik adalah salah satu diantaranya.

Strategi bisnis monyet ini pada dasarnya lebih layak untuk disebut sebagai penipuan dibandingkan strategi bisnis. Karena dalam prakteknya, seseorang yang melakukan praktek Monkey Business akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar dalam waktu singkat namun dengan cara merugikan orang lain.

Lalu apa itu Monkey Business dan bagaimana agar kita terhindar dari penipuan model bisnis seperti ini? Simak artikel ini selengkapnya agar kamu bisa lebih bijak di masa yang akan datang.

Apa Itu Monkey Business? Strategi Bisnis Kotor Dibalik NFT

Seperti layaknya seekor kera yang pergi setelah mendapatkan keuntungan, begitulah bagaimana bisnis monyet ini bekerja.

Strategi bisnis ini bisa menjerat siapa saja baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Dengan iming-iming kekayaan yang bisa didapatkan secara instan, Monkey Business menjadi strategi cerdas memanfaatkan keserakahan manusia.

Strategi bisnis ini pertama kali ditemukan pada tahun 1832 dengan nama Monkeyshine yang berarti perbuatan buruk. Seorang penulis sekaligus politikus asal Amerika Serikat, George Wilbur Peck lalu mengubah kalimat tersebut menjadi Monkey Business dalam tulisannya yang berjudul Bad Boy : Ther Must Be No Monkey Business Going On.

Cara Kerja dan Ciri-Ciri Monkey Business

Telah banyak contoh praktek bisnis monyet ini di Indonesia dalam beberapa tahun kebelakang. Beberapa diantaranya adalah NFT dan juga Batu Akik.

Seperti yang kita ketahui, pada tahun 2015 hingga 2018 pernah terjadi tren batu akik di Indonesia. Dimana banyak masyarakat secara ramai-ramai mencari dan menjual batu akik dengan harga yang fantastis. Namun saat ini, kemana tren tersebut pergi? Bahkan banyak pengusaha batu akik yang gulung tikar setelah tren ini berhenti.

Begitu pula dengan NFT. Nama Ghozali Siregar pada saat itu menjadi salah satu contoh seseorang yang berhasil mendapatkan keuntungan besar dibalik NFT.

Tetapi seperti yang dilansir dari The Conversation, pada 4 Oktober 2023 lalu diperkirakan 70.000 NFT ditaksir mencapai harga nol. Sekitar 23 juta orang yang memiliki gambar yang saat ini tidak berharga.

Lalu bagaimana cara kita agar tidak terjebak dalam strategi Monkey Business ini? Setidaknya ada 3 kata kunci yang bisa mengidentifikasi praktek dari strategi bisnis kotor ini.

1. Kekayaan Instan

Strategi bisnis selalu menawarkan produk yang dapat memberikan kekayaan instan. Memanfaatkan keserakahan manusia, maka tidak heran jika banyak yang terjebak dalam strategi bisnis ini.

2. Tanpa Landasan yang Jelas

Tidak seperti saham atau emas yang memiliki nilai harga dan landasan aset yang jelas, Monkey Business pada umumnya tidak memiliki hal ini. Produk yang ditawarkan juga terkadang bukan produk yang lumrah digunakan dalam keseharian.

3. Tanpa Jaminan

Ciri yang terakhir adalah produk yang ditawarkan tidak memiliki jaminan akan memiliki harga yang stabil di masa yang akan datang. Bahkan pada umumnya harga produk yang ditawarkan akan melonjak sangat tinggi sehingga menciptakan bubble economy setelahnya. Itulah pengertian sekaligus dengan 3 ciri-ciri dari model strategi dari Monkey Business. Oleh karena itu, hindari bisnis yang memiliki tiga kata kunci di atas jika kamu ingin terhindar dari salah satu strategi bisnis kotor ini.

– Advertisement – BuzzMag Ad
Written By